Popular Post

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Sang Autis dan Sang Hafidz


Assalamualaikum wr. Wb

Halo teman2 fk unpad yg kece badai,, tau gak kalo tgl 2 april itu hari apa ? hari selasa ? hari kedua UTS?  bener sih jawabannya . tapi…tapi.. ternyata hari itu juga  bertepatan dengan (jeengjengjeng)  “ HARI AUTIS SEDUNIA” proprokprok.
Selanjutnya pertanyaan cerdas cermat kedua (eh ?) apa itu autis? 3…2…1…. Teeet ur time is up. 

So, autis itu adalah gangguan perkembangan fungsi otak yang meliputi cara berinteraksi, berkomunikasi dan  berimajinasi.
lah kok bisa ?

 Menurut sebuah studi dari para peneliti di University of California, Autism Center of Excellence San Diego, menunjukkan bahwa pertumbuhan otak pada anak penderita autis melibatkan jumlah neuron yang berlebihan di area otak yang berhubungan dengan sosial, komunikasi dan perkembangan kognitif yaitu  pada frontal cortex .

Menurut literature sejarah, autis sudah ditemukan lebih dari 1 abad yang lalu, awalnya ia susah dibedakan dengan skizofrenia yang merupakan gangguan jiwa psikotik  dengan ciri hilangnya respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi .

 Anak – anak autis tidak memiliki rasa takut , sulit berinteraksi dan yang paling penting mereka memiliki memori yang sama atau bahkan lebih baik dari orang normal. Terbukti dengan  seorang autis  yang dapat menghafal 30 juz alquran  di India (subhanallah). Setiap maunusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, walaupun dengan kondisi fisik  yang kekurangan tapi pasti memiliki kelebihan di sisi lainnya .  Sesungguhnya Allah telah menciptaka manusia dengan bentuk sebaik2baiknya (at –tin :4).

Farzana rabbani 
fkup 2011 , div kaderisasi asy-syifa’ J

Cerita kartini yang tak lebih dari ajaran islam sendiri

Bismillahirrahmanirrahim..


“ketika kartini terseokseok memperjuangkan wanita, ternyata islam ada untuk memulyakan wanita dengan segala aturan yang ada..”


Seperti yang kita tahu,tanggal 21 april diperingati sebagai hari Kartini untuk memperingati jasa-jasa beliau dalam memperjuangkan emansipasi wanita. Nah,mari kita simak salah satu isi surat beliau.

“Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama. 
[Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902].

Jadi kita bisa bayangkan bagaimana kondisi wanita pada saat itu. RA Kartini menyadari betapa pentingnya kedudukan wanita sebagai pendidik generasi penerus di masa yang akan datang. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW:
“ Wanita adalah tiang negara jika wanitanya baik maka baiklah negara, dan bila wanita buruk maka negara juga ikut buruk”.

Kumpulan surat RA Kartini yang sangat terkenal dengan judul Door Duisternis Tot Licht atau habis gelap terbitlah terang. Prof. Haryati Soebadio (cucu tiri Ibu Kartini) mengartikan kalimat “Door Duisternis Tot Licht” sebagai “Dari Gelap Menuju Cahaya” yang bahasa Arabnya adalah “Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur“. Kata dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya: membawa manusia dari kegelapan (jahiliyah) ke tempat yang terang benderang (hidayah atau kebenaran Ilahi), sebagaimana firman-Nya:

”Allah pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir pemimpinnya adalah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya ke kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal didalamnya” 
(QS. Al-Baqarah : 257).

Bahkan jauh sebelum RA Kartini menyuarakan emansipasi wanita,dalam Islam wanita begitu amat dimuliakan.Islam menyelamatkan wanita dari kesewenangan. Anak laki-laki lebih baik  dibanding dengan anak perempuan. Bahkan pada zaman tersebut lazim mendapati anak perempuan dikubur hidup-hidup oleh orang tua mereka karena dianggap membawa aib dan kesusahan bagi keluarga. Umar bin Khaththab pernah berkata, “Pada masa jahiliyah, wanita itu tak ada harganya bagi kami. Sampai akhirnya Islam datang dan menyatakan bahwa wanita itu sederajat dengan laki-laki.” Saat Islam datang, wanita diperlakukan dengan sangat mulia.
Kian hari emansipasi kian mirip saja dengan liberalisasi dan feminisasi. Sementara Kartini sendiri sesungguhnya makin meninggalkan semuanya, dan ingin kembali kepada fitrahnya.Setiap muslimah harus berhati-hati terhadap hal ini. Karna itu setiap muslimah harus mengetahui kodratnya agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman makna emansipasi. Dan muslimah harus memahami dan mengamalkan apa saja yang menjadi kewajiban dan menjauhi apa saja yang dilarang oleh Allah SWT agar dirinya terjaga iffah (kemuliaan dan kesucian) harga dirinya
Sejak ribuan tahun silam, citra wanita islam yang telah menorehkan sejarah emas dalam tinta sejarah islam mengajarkan banyak pelajaran dan keteladan dan inspirasi yang amat indah untuk dilukiskan mengalahkan wanita manapun di dunia ini.

Tidak ada teladan terbaik bagi wanita selain para shahabiyah yang mendapatkan jaminan ridha dan diridhai Allah. Tidak ada kemuliaan selain kemuliaan meneladani napak tilas generasi shahabiyah yang mengagumkan dalam segala dimensinya. Baik ekonomi, politik, budaya, social dan berbagai keuatamaan mereka yang menakjubkan hati setiap insan. Merekalah sebaik-baik teladan dan inspirasi. Wallahua’lam.


Rinny Yuniarty
FK Unpad 2011
Tag : ,

- Copyright © 2016 KAMI ASY-SYIFAA' FK UNPAD - Powered by Blogger